
Salah Kaprah MPASI: Bayi Tak Perlu Makanan Khusus Sendiri
Salah Kaprah MPASI: Bayi Tak Perlu Makanan Khusus Sendiri Yang Seringkali Menjadi Kesalahpahaman Para Orangtua. Pemberian Makanan Pendamping ASI masih menjadi topik yang kerap di salahpahami oleh banyak orang tua. Karena tidak sedikit yang mengira bayi harus selalu mendapatkan makanan khusus. Dan terpisah dari menu keluarga, lengkap dengan produk instan atau resep yang rumit. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ahli gizi dr Ton Shot Yen menegaskan bahwa ia sejatinya adalah proses pengenalan makanan keluarga. Kemudian yang di sesuaikan dengan kemampuan bayi. Fokus utamanya bukan pada makanan “khusus”, melainkan pada kualitas gizi, tekstur yang aman. Dan juga kebiasaan makan sehat sejak dini. Salah Kaprah MPASI ini justru berpotensi membuat orang tua stres. Serta juga yang mengabaikan prinsip dasar gizi seimbang. Jadi mari kita simak Salah Kaprah MPASI ini.
MPASI Bukan Makanan Khusus, Tapi Adaptasi Makanan Keluarga
Menurut dr Ton Shot Yen, salah satu fakta penting yang sering terlewat adalah ia tidak harus berupa makanan khusus bayi. Bayi justru di anjurkan mengenal makanan keluarga sejak awal. Tentu dengan penyesuaian tekstur, rasa, dan cara penyajian. Makanan keluarga yang sehat dapat di haluskan, di cincang. Atau di lumatkan agar aman di konsumsi bayi. Dengan cara ini, bayi belajar mengenali rasa alami makanan tanpa tambahan gula, garam, atau penyedap. Konsep ini juga membantu membangun kebiasaan makan sehat dalam jangka panjang. Serta sekaligus memudahkan orang tua dalam menyiapkannya.
Kualitas Gizi Lebih Penting Dari Bentuk Dan Merek
Fakta berikutnya yang di tekankan dr Ton Shot Yen adalah pentingnya kualitas gizi di banding tampilan makanan. Ia tidak harus terlihat “estetik” atau berasal dari produk mahal. Yang terpenting adalah kandungan gizinya mencukupi kebutuhan bayi yang sedang tumbuh pesat. Dan yang ideal mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak. Serta vitamin dan mineral. Protein hewani, seperti ikan, telur, atau daging, menjadi komponen penting karena berperan besar dalam tumbuh kembang otak. Fokus pada keseimbangan gizi jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mengikuti tren ini tertentu.
Bayi Perlu Di Latih Makan Bersama Keluarga
Dr Ton Shot Yen juga menjelaskan bahwa ia merupakan bagian dari proses belajar makan. Bayi tidak hanya belajar mengunyah dan menelan. Akan tetapi juga belajar perilaku makan. Salah kaprah terjadi ketika bayi selalu di pisahkan dari aktivitas makan keluarga. Dengan makan bersama, bayi dapat meniru kebiasaan orang tua dan anggota keluarga lain. Hal ini membantu membentuk pola makan yang positif. Tentunya seperti mengenal jadwal makan, duduk dengan tenang, dan mencoba berbagai jenis makanan. Fakta ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar soal nutrisi. Akan tetapi juga edukasi perilaku makan.
Dampak Positif Jika MPASI Di Pahami Dengan Benar
Pemahaman yang tepat akan membawa dampak jangka panjang bagi kesehatan anak. Bayi yang di kenalkan pada makanan keluarga cenderung lebih mudah menerima variasi rasa. Dan tidak menjadi picky eater di kemudian hari. Selain itu, orang tua juga tidak terbebani dengan anggapan harus selalu memasak menu terpisah. Dr Ton Shot Yen menekankan bahwa ia seharusnya menjadi proses yang menyenangkan. Namun bukan sumber kecemasan. Dengan pendekatan yang sederhana namun tepat, bayi bisa tumbuh dengan status gizi yang baik dan hubungan positif terhadap makanan
Inilah alasan mengapa meluruskan kesalahan paham ini menjadi sangat penting. Anggapan bahwa bayi membutuhkan makanan khusus sendiri dalam ia ternyata tidak sepenuhnya benar. Seperti di jelaskan oleh ahli gizi dr Ton Shot Yen, ia adalah adaptasi dari makanan keluarga yang sehat dan bergizi. Namun bukan soal produk atau menu rumit. Dengan memahami fakta-fakta ini, orang tua di harapkan lebih percaya diri dalam memberikannya. Fokus pada kualitas gizi, kebiasaan makan, dan kedekatan keluarga akan membantu bayi tumbuh sehat secara fisik maupun mental. Ia bukan ajang perfeksionisme. Namun melainkan proses belajar bersama yang penuh makna.
Jadi itu dia beberapa penjelasan yang wajib di pahami karena bayi tak perlu makanan khusus sendiri terkait Salah Kaprah MPASI.