Infrastruktur SPKLU Dorong Transformasi Kendaraan Listrik

Infrastruktur SPKLU Dorong Transformasi Kendaraan Listrik

Infrastruktur SPKLU Merupakan Fokus Utama PT PLN Dalam Mendukung Perkembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Di Tanah Air. Yang mana, sebagai bagian dari upaya ini, PLN telah menyediakan sebanyak 312 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Di mana, SPKLU ini tersebar di 214 titik di 26 kota dan kabupaten di wilayah Jawa Barat. Lebih lanjut, keandalan infrastruktur SPKLU tersebut telah di pastikan. Ini termasuk di jalur selatan yang mengarah ke berbagai destinasi wisata. Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN menegaskan pentingnya infrastruktur ini saat mengunjungi beberapa lokasi SPKLU strategis. Yang mana, dalam kunjungannya ia meninjau fasilitas di SPKLU Rest Area KM 43 A di ruas tol Jakarta-Merak. Selanjutnya, One Stop EV Charging Station yang berlokasi di Jalan Surapati, Bandung juga menjadi destinasi tujuan Dirut PLN tersebut. Sehingga, keberadaan SPKLU ini menjadi salah satu solusi penting untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam inspeksinya, Darmawan yang akrab di sapa Darmo menyampaikan bahwa infrastruktur SPKLU di Jawa Barat telah meningkat secara signifikan. Menurut Darmo, PLN tidak hanya memastikan ketersediaan SPKLU di kota-kota besar. Namun, juga merambah wilayah pantai selatan seperti Sukabumi, Cianjur, dan Tasikmalaya. Sehingga, dengan hadirnya infrastruktur SPKLU di daerah-daerah tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat menikmati kemudahan. Terutama, dalam mengisi daya kendaraan mereka tanpa khawatir kehabisan energi selama perjalanan. Hal ini tentu menjadi bukti nyata dukungan PLN terhadap transisi energi bersih dan keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya, salah satu fasilitas unggulan yang menjadi perhatian adalah One Stop EV Charging Station di Surapati, Bandung. Maka dari itu, fasilitas ini di rancang untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada pengguna kendaraan listrik. Yang mana di lokasi tersebut, PLN menyediakan dua unit SPKLU ultra fast charging. Kemudian, tiga unit SPKLU medium charging dan satu unit SPKLU untuk kendaraan listrik roda dua.

Keberadaan Infrastruktur SPKLU Yang Lengkap

fasilitas SPKLU ini juga di lengkapi dengan area parkir yang luas dan kedai kopi. Hal ini yang menjadikannya lokasi strategis dan nyaman untuk pengisian daya. Sehingga, Keberadaan Infrastruktur SPKLU Yang Lengkap di lokasi ini di harapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Selanjutnya, dengan peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga telah di prediksi oleh PLN. Sehingga, berdasarkan analisis, jumlah pengguna yang melintasi jalur tol Trans Jawa dan Sumatra di perkirakan melonjak. Yang mana, lonjakan tersebut di perkiraan terjadi hingga 2,5 sampai 3 kali lipat di bandingkan tahun sebelumnya. Sehingga, demi mengantisipasi lonjakan ini PLN meningkatkan kapasitas infrastruktur SPKLU di sepanjang ruas tol hingga delapan kali lipat. Yang mana, kapasitas yang sebelumnya 64 unit pada tahun lalu menjadi 500 unit. Sehingga, hal ini sejalan dengan upaya PLN untuk memastikan layanan pengisian daya tetap lancar meskipun terjadi peningkatan permintaan.

Selain di Jawa Barat, penguatan infrastruktur SPKLU juga di lakukan secara nasional. Yang mana, dari sekitar 1.000 unit yang tersedia tahun lalu, kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 3.069 unit. Jumlah ini tersebar di 2.096 lokasi di seluruh Indonesia. Sehingga, untuk mendukung operasional ini, PLN menyiagakan sekitar 6.000 petugas yang bekerja secara bergantian selama 24 jam di setiap lokasi SPKLU. Maka dari itu, langkah ini di ambil untuk memastikan bahwa layanan pengisian daya kendaraan listrik berjalan lancar. Serta, memberikan pengalaman yang nyaman bagi para pengguna.

Di sisi lain, Infrastruktur SPKLU yang tersebar luas ini mencerminkan komitmen PLN dalam mempermudah masyarakat mengadopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup modern. Yang mana, sebagai bagian dari inovasi, PLN juga meluncurkan fitur Trip Planner melalui aplikasi PLN Mobile. Yang mana, fitur ini di rancang untuk membantu pengguna kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan mereka dengan lebih efisien.

Menciptakan Pengalaman Yang Positif Bagi Masyarakat

Menggunakan fitur dari aplikasi PLN Mobile ini, pengguna dapat mengetahui lokasi infrastruktur SPKLU terdekat, kebutuhan pengisian daya, serta jarak tempuh secara real-time. Darmawan menjelaskan lebih lanjut bahwa fitur ini sangat berguna terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan panjang seperti mudik. Sehingga, dengan adanya fitur ini, pengguna dapat merencanakan titik pengisian daya sejak awal perjalanan. Dengan begitu, ini dapat mengurangi risiko kendala selama perjalanan. Tidak hanya itu, PLN juga menyediakan layanan hotline khusus yang beroperasi 24 jam. Yang mana, ini untuk membantu pengguna kendaraan listrik jika menghadapi masalah selama perjalanan. Kemudian, layanan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna kendaraan listrik terutama selama periode libur Nataru. Dengan kombinasi infrastruktur SPKLU yang responsif, teknologi canggih, dan andal, PLN berharap dapat Menciptakan Pengalaman Yang Positif Bagi Masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik.

Selanjutnya, dalam upaya memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Nataru. PLN, dalam hal ini, telah mengamankan ketersediaan energi primer seperti bahan bakar minya, gas, dan batu bara. Sehingga, rata-rata stok energi primer di pembangkit listrik di pastikan cukup untuk 23 hari operasi. Di sisi lain, PLN juga memproyeksikan beban puncak kelistrikan nasional selama periode Nataru yang mencapai 39,2 gigawatt. Sementara itu, daya mampu pasok mencapai 53,1 GW dan di anggap cukup. Maka, dengan pasokan listrik yang memadai, PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakat selama libur akhir tahun. Kemudian, untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang sering terjadi pada akhir tahun. PLN, dalam hal ini, mengadopsi teknologi digital seperti protokol Anti Blackout dan Smart Power Plant.

Yang mana, sistem ini di rancang untuk mendeteksi dan menangani gangguan secara otomatis. Kemudian, PLN juga menyiagakan lebih dari 81.000 personel di 1.853 posko siaga yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang mana, ini akan mendukung operasional dengan ribuan armada kendaraan, gardu bergerak, UPS, dan unit genset.

Optimis Mampu Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Melalui berbagai langkah strategis yang di ambil, PLN tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur SPKLU saja. Namun, juga pada peningkatan layanan pelanggan dan pengembangan teknologi. Dengan keberadaan infrastruktur SPKLU yang semakin luas di berbagai daerah. Ini di harapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Di tambah, selain memberikan solusi praktis bagi pengguna kendaraan listrik, upaya ini juga mendukung visi besar Indonesia dalam transisi energi bersih.

Selanjutnya, dengan semakin terintegrasinya infrastruktur SPKLU, PT PLN Optimis Mampu Memenuhi Kebutuhan Masyarakat. Yang mana, ini seiring dengan pertumbuhan era kendaraan listrik di Indonesia. Dapat di lihat dari dukungan fasilitas yang memadai, layanan yang cepat tanggap, serta penerapan berbagai inovasi teknologi. Yang mana, ini menjadi elemen utama keberhasilan PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Sehingga, melalui dedikasi dan komitmen yang berkelanjutan, PLN berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan masa depan. Yang tentu saja berkelanjutan, ramah lingkungan, serta lebih hijau dengan dukungan Infrastruktur SPKLU.