Serangan Gaza Israel Timbulkan Banyak Korban

Serangan Gaza Israel Timbulkan Banyak Korban

Serangan Gaza Israel Terus Berlanjut Dengan Intensitas Yang Semakin Tinggi Menyebabkan Jumlah Korban Jiwa Terus Meningkat. Menurut laporan dari Anadolu pada Selasa (24/12/2024), data terbaru yang di peroleh dari Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 45,259 orang hingga malam sebelumnya. Selain korban tewas, lebih dari 107,627 orang juga di laporkan terluka akibat serangan yang terus mengguncang wilayah tersebut. Dalam pernyataan yang di keluarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, di sebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel telah melancarkan empat serangan yang menewaskan 32 orang dan melukai 54 lainnya. Kebanyakan, merupakan anggota keluarga yang menjadi korban pemabantaian. Kondisi di Gaza semakin parah karena banyak warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Serta, tidak dapat di jangkau oleh tim penyelamat. Situasi ini semakin sulit dengan infrastruktur yang hancur dan tidak adanya akses yang memadai dan evakuasi atau pengobatan.

Tim penyelemat yang ada saat ini terhambat oleh reruntuhan bangunan dan serangan udara yang masih berlangsung. Hal ini menghambat upaya mereka untuk mencari korban yang selamat. “Banyak orang yang terperangkap di bawah puing-puing dan di jalanan karena tim penyelamat tidak dapat mencapainya. Kami sangat membutuhkan bantuan internasional untuk menangani krisis ini”, tambah pernyataan tersebut. Selain itu, rumah sakit di Gaza juga mengalami kesulitan dalam menangani jumlah pasien yang terus meningkat. Di satu sisi, pasokan medis semakin terbatas.

Serangan ini telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat serius di Gaza. Warga sipil menjadi korban utama dalam konflik ini. Hal ini dengan banyak yang terpaksa hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Upaya internasional untuk menghentikan kekerasan ini terus di dorong. Tetapi, sampai saat ini, situasi di Gaza tetap sangat tegang dan penuh penderitaan.

Serangan Gaza Israel Yang Terus Berlangsung Semakin Memperparah Kondisi Ini

Oxfam, sebuah organisasi non-pemerintah internasional, mengungkapkan fakta mengejutkan. Hal ini bahwa hanya 12 truk bantuan kemanusiaan yang berhasil sampai di Gaza utara dalam kurun waktu dua setengah bulan terakhir. Situasi di Gaza semakin memburuk, terutama di wilayah yang terisolasi. Hal ini yang di mana pasokan bantuan sangat di butuhkan oleh warga sipil yang menderita akibat konflik. Serangan Gaza Israel Yang Terus Berlangsung Semakin Memperparah Kondisi Ini, dengan banyak area yang sulit di jangkau dan infrastruktur yang hancur. Menurut pernyataan Oxfam yang di kutip dari media, penundaan yang di sengaja dan pencegahan sistemastis oleh tentara Israel menjadi penyebab utama. Hal ini terbatasnya jumlah truk bantuan yang bisa mengirimkan bantuan kepada warga Palestina yang kelaparan. Meskipun banyak upaya internasional di lakukan untuk mempercepat distribusi bantuan, ketegangan yang terus meningkat. Di satu sisi, membuat proses pengiriman bantuan menjadi sangat sulit.

Selain itu, askes ke Gaza yang semakin terbatas juga membuat bantuan kemanusiaan tidak dapat mencapai mereka yang paling membutuhkan. Serangan Gaza Israel yang berlangsung tanpa henti juga berdampak besar terhadap para penyelamat dan relawan yang berusaha mengevakuasi korban. Keadaan ini menyebabkan situasi kemanusiaan semakin memprihatinkan. Hal ini yang di mana ribuan orang terjebak di bawah reruntuhan atau terluka parah menghalangi upaya untuk memperbaiki kondisi hidup di wilayah tersebut. Di satu sisi, dengan banyak orang yang terpaksa bertahan hidup dalam kondisi yang sangat buruk.

Organisasi-organisasi kemanusiaan, termasuk Oxfam, menyerukan adanya tindakan lebih lanjut dari komunitas internasional. Hal ini untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan semakin sulitnya akses bantuan, peran negara-negara dunia menjadi sangat penting untuk menghentikan penderitaan yang terus berlanjut di Gaza. Penundaan yang terjadi jelas menunjukkan perlunya upaya lebih besar untuk mengatasi krisis ini dengan segera.

Memberlakukan Kontrol Ketat Terhadap Kedatangan Bantuan Internasional

Sejak di mulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, pasukan Israel telah Memberlakukan Kontrol Ketat Terhadap Kedatangan Bantuan Internasional. Hal ini yang sangat penting bagi 2,4 juta orang yang tinggal di Gaza. Masyarakat Gaza yang telah lama menderita akibat blokade dan serangan yang terus menerus, kini menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pasokan bantuan kemanusiaan yang sangat di butuhkan. Serangan Gaza Israel yang semakin intensitf membuat situasi ini semakin buruk. Hal ini menghambat bantuan yang di perlukan untuk menyelematkan nyawa dan memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza. Oxfam, bersama dengan sejumlah organisasi kemanusiaan internasional lainnya, melaporkan bahwa mereka telah berulang kali di cegat oleh pasukan Israel. Hal ini ketika berusaha mengirimkan bantuan esensial ke Gaza Utara. Sejak 6 Oktober, saat serangan Gaza Israel semakin menggencar, upaya-upaya mereka untuk menyelamatkan nyawa dengan mendistribusikan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis telah terhalang.

Pasukan Israel secara sistematis mengalangi akses menuju wilayah yang paling parah terdampak, sedangkan jumlah korban tewas dan terluka terus meningkat setiap harinya. Kontrol yang ketat terhadap pengiriman bantuan ini telah memperburuk penderitaan warga Gaza. Banyak orang yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan dan terluka parah. Tetapi, hal ini tidak dapat menerima perawatan medis yang mereka butuhkan karena akses yang terbatas. Rumah sakit di Gaza kekurangan pasokan obat dan peralatan medis yang memadai, sedangkan bantuan kemanusiaan yang sangat di butuhkan tidak bisa sampai ke mereka yang paling membutuhkan.

Serangan Gaza Israel yang terus berlangsung telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat serius. Hal ini yang di mana banyak warga sipil yang terjebak dalam situasi yang semakin sulit. Upaya internasional untuk meningkatkan distribusi bantuan terus di dorong. Namun, tanpa penghentian kekerasan dan pemblokiran terhadap pengiriman bantuan, krisis ini di perkirakan akan semakin memperburuk.

Banyak Warga Sipil Terjebak Di Bawah Reruntuhan

Oxfam juga melaporkan bahwa ribuan orang masih terjebak di berbagai lokasi di Gaza. Namun, karena adanya pembatasan akses bantuan kemanusiaan, sulit untuk menentukan dengan akurat jumlah mereka yang terdampak. Situasi ini semakin memperburuk krisi yang sudah berlangsung lama di Gaza. Hal ini yang di mana Banyak Warga Sipil Terjebak Di Bawah Reruntuhan atau di tempat penampungan yang tidak memiliki pasokan cukup untuk bertahan hidup. Pembatasan akes ini menjadikan distribusi bantuan sangat terbatas, dan upaya untuk menyelamatkan nyawa menjadi semakin sulit.

Pada awal Desember, Oxfam menambahkan, organisasi kemanusiaan yang bekerja di Gaza menerima panggilan darurat dari orang-orang yang rentan dan terjebak di dalam rumah atau pengungsian. Mereka melaporkan bahwa mereka sudah kehabisan makanan dan air. Serta, juga dalam kondisi sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka yang terjebak tidak memiliki akses ke perawatan medis atau bantuan dasar lainnya. Hal ini yang memperburuk keadaan mereka yang semakin parah akibat serangan Gaza Israel yang terus berlangsung.

Oxfam dan organisasi-organisasi kemanusiaan lainnya mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan bantuan. Hal ini yang di butuhkan untuk menyelamatkan nyawa dan meredakan penderitaan di Gaza. Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya perdamaian dan dialog untuk mengakhiri konflik seperti Serangan Gaza Israel.