Sidang Judol Kominfo: Polisi Di Interograsi Situs 'Sultan Menang'

Sidang Judol Kominfo: Polisi Di Interograsi Situs ‘Sultan Menang’

Sidang Judol Kominfo: Polisi Di Interograsi Situs ‘Sultan Menang’ Dengan Sejumlah Pertanyaan Akan Permasalahan Ini. Halo para pembaca yang budiman! Dunia maya memang penuh misteri, tak terkecuali dengan kasus judi online yang kian marak. Baru-baru ini, sebuah sidang penting di Kominfo kembali mencuri perhatian publik. Dan juga mengungkap tabir gelap di balik situs-situs haram tersebut. Yang menarik, sorotan kali ini tertuju pada sebuah nama yang cukup provokatif: situs ‘Sultan Menang’. Dalam persidangan tersebut, aparat kepolisian pun turut di interogasi secara mendalam. Terlebih yang memicu berbagai pertanyaan tentang bagaimana situs judi online ini bisa beroperasi dan siapa saja yang terlibat di baliknya. Kasus ini bukan hanya tentang penegakan hukum. Akan tetapi juga tentang transparansi dan akuntabilitas dalam upaya memberantas praktik ilegal yang merugikan banyak pihak. Mari kita ikuti perkembangan kasus ini dan pahami mengapa Sidang Judol Kominfo sangat penting.

Mengenai ulasan tentang Sidang Judol Kominfo: polisi di interograsi situs ‘sultan menang’ telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Pertanggungjawaban Polisi

Kasus situs judi online “Sultan Menang” menjadi perhatian serius dalam sidang Komisi Digital DPR. Terlebih terutama setelah terungkap bahwa situs tersebut di duga mendapat perlindungan dari oknum pegawai pemerintah. Dan khususnya dari lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Mereka, yang menjadi pihak penegak hukum dalam kasus ini. Tentu yang di cecar oleh para anggota dewan untuk memberikan penjelasan soal lambannya penindakan. Dan juga celah pengawasan yang memungkinkan situs tersebut tetap aktif. Dalam penyelidikan, polisi berhasil mengungkap adanya “kantor satelit” yang mengelola situs judi online tersebut. Serta yang berlokasi di Bekasi dan sebelumnya di Tomang, Jakarta Barat. Dari penggerebekan yang di lakukan. Dan juga di temukan sejumlah tersangka, termasuk beberapa merupakan pegawai Kominfo. Ataupun bagian dari tim pengendali sistem pemblokiran konten di Kominfo (kemungkinan berasal dari unit kerja bernama Komdigi atau Komisi Digital).

Sidang Judol Kominfo: Polisi Di Interograsi Situs ‘Sultan Menang’ Yang Mengejutkan

Selanjutnya juga masih membahas Sidang Judol Kominfo: Polisi Di Interograsi Situs ‘Sultan Menang’ Yang Mengejutkan. Dan fakta lain terkaitnya adalah:

Efektivitas Pemberantasan Judol

Dalam sidang yang di gelar oleh Komisi Digital DPR. Terlebih dengan efektivitas pemberantasan judi online (judol) kembali menjadi sorotan tajam. Salah satu kasus yang paling mencolok adalah eksistensi situs “Sultan Menang”. Ia adalah sebuah platform judi online yang berhasil beroperasi cukup lama tanpa terblokir. Bahkan ketika pemerintah mengklaim sedang gencar memberantas konten-konten ilegal. Keberadaan situs ini di nilai sebagai bukti bahwa upaya pemberantasan judol belum berjalan secara efektif dan menyeluruh. DPR menilai, meski pemerintah dan kepolisian kerap mengumumkan pemblokiran ribuan situs setiap minggunya. Namun kenyataannya banyak situs yang tetap hidup. Ataupun bahkan kembali aktif dengan nama berbeda dalam waktu singkat. Salah satu faktor lemahnya efektivitas pemberantasan adalah adanya celah dalam sistem pengawasan.  Terutama di internal lembaga yang berwenang memblokir situs.

Terlebih yakni di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Terungkap bahwa beberapa oknum dalam tim pengendali konten justru menyalahgunakan wewenang. Tentunya dengan menjual akses “aman” kepada operator situs judol. Situs seperti “Sultan Menang” lolos dari sistem pemblokiran karena masuk ke dalam daftar putih (whitelist). Dan juga yang di kendalikan oleh oknum internal. Dalam sidang tersebut, polisi di cecar mengenai bagaimana mereka mengawasi dan menindak praktik mafia digital seperti ini. DPR mempertanyakan mengapa kepolisian tidak lebih proaktif dalam mengawasi sistem pengendalian situs judi. Serta mengingat ada indikasi kuat bahwa praktik perlindungan terhadap situs judol sudah berjalan dalam waktu lama. Dan juga melibatkan jaringan orang dalam. Selain itu, anggota dewan menyoroti kurangnya sinergi antarinstansi. Contohnya seperti antara Kominfo, kepolisian, PPATK. Serta juga dengan lembaga penegak hukum lain. Efektivitas pemberantasan di pertanyakan. Karena masih banyak situs yang bisa dengan mudah.

Kasus Judi Online: Kepolisian Di Cecar Soal Link Gambling

Tentu juga masih membahas Kasus Judi Online: Kepolisian Di Cecar Soal Link Gambling. Dan juga fakta lainnya adalah:

Transparansi Dan Kinerja

Dalam sidang yang membahas kasus link gambling ini. Tentu DPR mempertanyakan secara tajam tingkat transparansi dan kinerja kepolisian dalam menangani maraknya praktik perjudian digital di Indonesia. Situs “Sultan Menang” menjadi contoh konkret bagaimana sebuah platform ilegal bisa tetap beroperasi secara terang-terangan. Bahkan terkesan mendapat perlindungan dari dalam sistem pemerintahan. Transparansi menjadi isu krusial karena publik. Dan juga wakil rakyat merasa minimnya informasi resmi dari pihak berwenang tentang siapa saja yang terlibat. Terlebih bagaimana modus operandi mafia digital bekerja. Serta juga sejauh mana keterlibatan aparat atau pejabat negara. Dalam banyak kasus, hanya pelaku lapangan yang di umumkan ke publik. Sementara aktor intelektual dan jaringan pendukung dalam sistem masih belum tersentuh. Ataupun yang tidak di sebutkan secara jelas. Dalam kasus satu ini, penyelidikan polisi berhasil mengungkap.

Bahwa sebagian besar pengelolaan situs tersebut di tangani oleh jaringan yang memiliki akses. Terlebihnya ke sistem pemblokiran situs Kominfo. Seorang oknum berinisial AK. Tentu yang merupakan bagian dari tim pemblokiran. Namun ternyata ikut terlibat dalam pengamanan situs-situs judi agar tidak terkena blokir. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: Bagaimana sistem bisa di bobol dari dalam. Dan juga mengapa hal ini tidak segera terdeteksi oleh aparat? Anggota DPR menuding bahwa kinerja penegakan hukum terkesan lamban. Terlebih yang tidak menyentuh akar masalah. Serta juga kurang terbuka dalam menyampaikan informasi ke publik. Polisi di minta tidak hanya fokus pada penangkapan operator situs atau admin di lapangan. Akan tetapi juga secara transparan membongkar jaringan korupsi digital.. Hal ini termasuk siapa memberikan izin, siapa yang menerima aliran dana. Dan juga bagaimana celah hukum di manfaatkan. Dengan kinerjanya di nilai masih bersifat reaktif.

Kasus Judi Online: Kepolisian Di Cecar Soal Link Gambling Di Persidangan Komdigi

Selain itu, masih membahas Kasus Judi Online: Kepolisian Di Cecar Soal Link Gambling Di Persidangan Komdigi. Dan fakta lainnya adalah:

Potensi Keterlibatan Oknum

Kasus situs satu ini telah membuka tabir adanya keterlibatan oknum dari dalam sistem pemerintahan. Terlebih yang khususnya dari lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sidang yang di gelar oleh Komdigi DPR mempertanyakan mengapa situs. Tentunya dengan aktivitas ilegal seperti ini dapat bertahan lama tanpa terkena blokir. Padahal pemerintah mengklaim tengah gencar menutup ribuan situs judi online setiap minggunya. Fakta yang mencuat dari penyidikan polisi menunjukkan bahwa pengelolaan situs “Sultan Menang” tidak berdiri sendiri. Namun melainkan di dukung oleh jaringan internal yang terorganisir. Salah satu tersangka utama adalah seseorang berinisial AK. Serta yang di ketahui merupakan bagian dari tim yang memiliki akses. Terlebih yang terhadap sistem pemblokiran situs di Kominfo.

AK memiliki kewenangan teknis untuk menentukan situs mana yang di blokir atau tidak. Dan akses ini di duga di manfaatkan untuk melindungi situs judi tertentu. Hal ini yang termasuk “Sultan Menang”, dengan cara memasukkan situs-situs tersebut ke dalam daftar aman (whitelist). Yang lebih mengkhawatirkan, AK bukan satu-satunya yang terlibat. Polisi menyebut sedikitnya 10 hingga 11 orang lain yang juga merupakan pegawai. Ataupun yang terafiliasi dengan Kominfo di duga ikut dalam jaringan ini. Peran mereka bervariasi, mulai dari membuat SOP teknis. Kemudian juga memberikan akses sistem, hingga mengatur komunikasi. Terlebihnya antara pihak pengelola situs dengan operator sistem. Bahkan di temukan adanya struktur internal layaknya mafia digital. Dan jua dengan aliran dana yang mengalir untuk memastikan situs-situs tertentu bisa terus beroperasi.

Jadi itu dia fakta-fakta mengenai polisi yang di interogasi situs “Sultan Menang” di Sidang Judol Kominfo.