Pulau Jeju: Surga Vulkanik dan Permata Budaya Korea Selatan

Pulau Jeju, yang sering dijuluki sebagai “Hawaii-nya Korea,” bukan sekadar destinasi liburan biasa

Pulau Jeju, yang sering dijuluki sebagai “Hawaii-nya Korea,” bukan sekadar destinasi liburan biasa. Terletak di lepas pantai selatan Semenanjung Korea, pulau terbesar di Negeri Gingseng ini adalah hasil dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu yang menciptakan bentang alam dramatis—mulai dari tebing basal yang megah, kawah gunung berapi yang tertidur, hingga hutan purba yang rimbun. Keindahannya telah diakui secara global melalui tiga gelar UNESCO: Warisan Dunia, Biosfer Global, dan Geopark Global. Bagi wisatawan, Pulau Jeju menawarkan harmoni sempurna antara petualangan alam, kekayaan budaya yang unik, dan fasilitas modern yang mewah. Mari kita telusuri lebih dalam mengapa Pulau Jeju harus masuk dalam daftar prioritas perjalanan Anda.

Budaya dan Tradisi yang Memikat

Selain keindahan alamnya, Jeju memiliki identitas budaya yang sangat berbeda dari daratan utama Korea. Hal ini dipengaruhi oleh sejarahnya sebagai Kerajaan Tamna yang mandiri di masa lalu. Salah satu simbol paling dihormati adalah Haenyeo atau wanita penyelam tangguh. Mereka adalah wanita, banyak di antaranya sudah berusia di atas 60 atau bahkan 80 tahun, yang menyelam ke dasar laut tanpa tabung oksigen untuk mencari abalon, kerang, dan rumput laut. Budaya Haenyeo mencerminkan ketangguhan perempuan Jeju dan telah di tetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Selain itu, terdapat Dol Hareubang yang di kenal sebagai sang penjaga batu. Saat berkeliling pulau, Anda akan sering menemui patung batu hitam besar dengan mata bulat dan hidung lebar ini. Masyarakat setempat percaya bahwa “Kakek Batu” adalah pelindung yang menjauhkan roh jahat. Untuk merasakan suasana masa lalu, Anda bisa mengunjungi Desa Tradisional Seongeup. Di sini, waktu seolah berhenti melalui rumah-rumah beratap jerami dengan dinding batu hitam yang di bangun untuk menahan angin kencang khas Jeju.

Surga Kuliner: Cita Rasa dari Laut dan Darat

Surga Kuliner: Cita Rasa dari Laut dan Darat. Geografi Jeju yang unik melahirkan bahan makanan segar yang sulit di temukan di tempat lain. Hidangan yang paling utama adalah Babi Hitam Jeju (Heukdwaeji). Daging babi hitam lokal yang di panggang (BBQ) ini dikenal lebih kenyal, gurih, dan memiliki rasa smoky yang khas. Dari hasil laut, terdapat Abalon (Jeonbok) yang sangat segar hasil tangkapan para Haenyeo, biasanya di nikmati dalam bentuk bubur atau di bakar utuh..

Ikon Alam yang Tak Terlupakan

Keindahan geologi Jeju adalah daya tarik utamanya. Sebagai pulau vulkanik, setiap sudutnya menyimpan keajaiban alam yang unik. Pertama, ada Gunung Hallasan sebagai atap Korea Selatan. Berdiri gagah di pusat pulau, Gunung Hallasan adalah gunung tertinggi di Korea Selatan (1947 mdpl). Gunung berapi yang tidak aktif ini menawarkan jalur pendakian yang menakjubkan bagi segala tingkat keahlian. Di puncaknya, terdapat Baengnokdam, sebuah danau kawah yang jernih. Saat musim semi, lerengnya dihiasi bunga azalea, sementara di musim dingin, seluruh gunung tertutup salju putih yang menyerupai negeri dongeng.

Selanjutnya, Anda tidak boleh melewatkan Seongsan Ilchulbong atau Puncak Matahari Terbit. Terbentuk dari letusan hidrovulkanik di laut sekitar 5.000 tahun lalu, kawah raksasa ini menyerupai mahkota besar yang menonjol dari permukaan air. Mendaki ke puncaknya di pagi buta untuk menyaksikan matahari terbit adalah ritual wajib bagi setiap pengunjung. Pemandangan samudera biru yang bertemu dengan cahaya keemasan dari balik kawah adalah salah satu panorama paling ikonik di Asia Timur.

Keajaiban lainnya dapat di temukan di bawah tanah, yaitu Gua Manjanggul. Pulau Jeju memiliki salah satu sistem tabung lava terbaik di dunia. Gua Manjanggul membentang ribuan meter dengan stalaktit dan pilar lava yang eksotis. Berjalan di dalamnya memberikan sensasi seolah sedang berada di jantung bumi, mempelajari jejak aliran magma masa lalu yang membeku menjadi seni geologi.

Destinasi Modern dan “Instagrammable”

Seiring perkembangan zaman, Jeju juga mengikuti tren modern dengan berbagai museum unik. O’sulloc Tea Museum, misalnya, menawarkan edukasi teh di tengah perkebunan hijau yang luas. Bagi pecinta seni visual, Arte Museum menyajikan pameran seni digital imersif yang memukau. Sementara itu, Snoopy Garden menjadi destinasi favorit baru dengan taman luar ruangan yang luas dan instalasi foto yang cantik.

Itinerary Eksplorasi Magis Pulau Jeju

Itinerary Eksplorasi Magis Pulau Jeju. Hari Pertama: Sisi Timur,Keajaiban Geologi dan Budaya Laut

Perjalanan di mulai dengan tiba di Bandara Jeju dan mengambil mobil sewaan. Langsung menuju timur ke Seongsan Ilchulbong untuk mendaki selama 30 menit. Setelah itu, nikmati makan siang Seafood Hotpot sebelum melanjutkan ke labirin lava di Gua Manjanggul. Sore harinya, kunjungi Desa Budaya Seongeup untuk melihat sejarah lokal, lalu tutup hari dengan makan malam Babi Hitam di Seogwipo.

Hari 2: Sisi Selatan – Air Terjun dan Keajaiban Seni

Awali pagi dengan kesegaran Air Terjun Jeongbang yang jatuh langsung ke laut, di ikuti dengan melihat formasi batu di Tebing Jusangjeolli. Setelah makan siang Bubur Abalon, bersantailah di O’sulloc Tea Museum. Jelajahi dunia visual di Arte Museum pada sore hari, dan nikmati suasana malam di Pasar Seogwipo Maeil Olle untuk mencicipi berbagai jajanan lokal.

Hari 3: Pusat dan Barat – Pendakian dan Pantai

Hari ketiga adalah waktunya alam. Kunjungi Gunung Hallasan melalui jalur singkat Eoseungsaengak untuk melihat kawah dari ketinggian. Siang harinya, beranjak ke barat menuju Pantai Hyeopjae yang berair jernih. Sore hari bisa di isi dengan mengunjungi Snoopy Garden atau melihat pertunjukan di The Ma Park, kemudian kembali ke Kota Jeju untuk menyantap Mie Kaldu Babi.

Hari 4: Kota Jeju dan Belanja Terakhir

Sebelum pulang, mampirlah ke Batu Yongduam yang ikonik di tepi pantai dekat bandara. Lanjutkan belanja di Jeju Jungang Underground Shopping Center atau Pasar Dongmun untuk membeli oleh-oleh seperti cokelat Hallabong dan kue beras Omegi-tteok. Perjalanan berakhir dengan menuju bandara untuk penerbangan pulang.

Panduan Praktis Wisatawan

Panduan Praktis Wisatawan. Agar liburan maksimal, penting untuk memperhatikan aspek logistik. Mengenai transportasi, menyewa mobil adalah cara terbaik karena bus umum memiliki jadwal yang terbatas ke area pelosok. Untuk waktu terbaik, pilihlah Musim Semi (Maret-Mei) untuk bunga kanola atau Musim Gugur (September-November) untuk udara sejuk. Terkait visa, pemegang paspor Indonesia sering kali mendapat fasilitas bebas visa jika terbang langsung ke Jeju. Terakhir, siapkan durasi minimal 3 hingga 4 hari untuk menjelajahi pulau secara menyeluruh.

Estimasi Anggaran dan Tips Tambahan

Untuk anggaran per orang, siapkan sekitar Rp 2.500.000 untuk sewa mobil dan bensin (di bagi rombongan), Rp 400.000 – Rp 600.000 per hari untuk makan, serta Rp 700.000 untuk tiket masuk wisata. Sebagai tips tambahan, pastikan mengunduh Naver Map atau KakaoMap karena Google Maps tidak akurat di Korea. Jika ingin mendaki puncak Hallasan, jangan lupa melakukan reservasi online terlebih dahulu.

Kesimpulan

Pulau Jeju adalah destinasi yang mampu memuaskan segala jenis pelancong. Baik Anda seorang pendaki, pasangan yang mencari keromantisan, maupun pecinta kuliner, tempat ini tidak akan pernah mengecewakan. Lebih dari sekadar objek wisata, pulau ini menjadi sebuah pengingat yang indah mengenai harmoni antara kekuatan alam yang dahsyat dan kearifan budaya yang bersahaja di Pulau Jeju