
Kemandirian Pangan: Pilar Utama Pembangunan Nasional
Kemandirian Pangan Menjadi Salah Satu Prioritas Utama Yang Di Targetkan Oleh Badan Standarisasi Nasional Pada Tahun 2025. Yang mana, BSN telah menetapkan tujuan yang ambisius untuk mengembangkan standardisasi dan evaluasi kesesuaian di berbagai sektor strategis. Fokus utama tersebut mencakup penguatan ekonomi berbasis hijau dan biru. Kemudian, di lanjutkan dengan hal utama yaitu kemandirian pangan, ketahanan energi, dan di ikuti hilirisasi sumber daya alam. Lebih lanjut, langkah – langkah ini di rancang untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Yang mana, dengan penekanan pada daya saing di tingkat internasional, peningkatan kemandirian ekonomi, serta pembangunan ketahanan nasional. Sehingga, dengan strategi ini, BSN yakin dapat memberikan kontribusi besar. Terutama, dalam mendukung berbagai program prioritas yang saat ini telah di canangkan oleh pemerintah. Kemudian pada tahun sebelumnya yakni 2024, BSN sendiri berhasil menetapkan 612 Standar Nasional Indonesia (SNI) baru. Yang mana, hal ini menjadikan total SNI yang tersedia mencapai 15.699.
Selanjutnya, dari total tersebut, dengan jumlah sebanyak 321 SNI telah di atur sebagai standar wajib. Kemudian di lanjutkan dengan 140 di antaranya telah di laukan pelaporan kepada Organisasi Perdagangan Dunia. Kepala BSN yang di jabat oleh Kukuh S. Achmad menjelaskan pendapatnya. Yang mana, ia menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi landasan penting dalam mendukung berbagai program prioritas. Hal ini termasuk ketahanan pangan nasional. Sehingga, dengan salah satu inisiatif unggulan tersebut adalah implementasi SNI untuk mendukung program “Makan Bergizi Gratis” yang di canangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Yang mana, standar tersebut mencakup SNI untuk nugget ayam, kornet daging, sosis daging, hidrolisat protein ikan, dan susu mentah. Sehingga, dengan adanya program ini, kemandirian pangan di harapkan dapat semakin terwujud. Hal ini mengingat pentingnya standar dalam menjaga kualitas dan keamanan produk yang di konsumsi masyarakat.
BSN Berharap Dapat Mempercepat Pencapaian Target Kemandirian Pangan
BSN juga memberikan perhatian pada pengembangan standar di bidang pariwisata. Kemudian, pengembangan juga di lakukan terhadap hilirisasi mineral dan energi, pemerintahan elektronik, serta kecerdasan buatan. Kemudian, keberhasilan dalam bidang ini di dukung oleh akreditasi yang di lakukan oleh Komite Akreditasi Nasional. Yang mana, akreditasi ini telah di lakukan terhadap 339 lembaga penilaian kesesuaian sepanjang tahun 2024. Maka dari itu, langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa LPK di Indonesia memiliki kompetensi yang di perlukan untuk dapat terus bersaing di tingkat global. Yang mana, dengan memperkuat kemampuan di institusi – institusi ini, BSN Berharap Dapat Mempercepat Pencapaian Target Kemandirian Pangan. Tentunya hal ini dapat di capai melalui penerapan standar yang konsisten dan berkelanjutan.
Selanjutnya, upaya peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional juga menjadi salah satu fokus utama BSN. Yang mana, pada tahun 2024, kerja sama strategis antara BSN dan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar Republik Rakyat Tiongkok berhasil di tingkatkan. Hal ini terutama dalam bidang aktivitas penilaian kesesuaian. Di sisi lain, dengan jumlah sebanyak 22 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan BSN tercatat berhasil menembus pasar ekspor internasional. Yang mana, produk – produk UMK yang menembus pasar ekspor internasional tersebut meliputi sambal berstandar SNI. Produk tersebut berhasil di ekspor ke Prancis. Selanjutnya, gula palma yang di kirim ke Kanada dan Arab Saudi. Serta, ketumbar yang di terima di Uni Emirat Arab.
Lebih lanjut, tercatat hingga akhir 2024, BSN mencatat bahwa sekitar 1.993 UMK telah menjadi model penerapan SNI ini. Hal ini termasuk 408 jumlah UMK baru yang juga di bina selama tahun tersebut. Maka dari itu, langkah dan upaya ini tidak hanya memperkuat kemandirian pangan melalui di versifikasi produk ekspor. Namun, hal ini juga meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Sistem Akreditasi
BSN juga berhasil melakukan upaya Peningkatan Kapasitas Sistem Akreditasi yang di kelolanya. Yang mana, hingga tahun 2024 melalui KAN, BSN sendiri telah mengoperasikan sekitar 41 skema akreditasi. Yang mana, dengan 18 di antaranya memperoleh pengakuan internasional. Di sisi lain, dengan jumlah sebanyak 995 sertifikat produk ber-SNI berhasil di terbitkan sepanjang tahun tersebut. Yang mana, aktivitas ini memberikan jaminan kualitas terhadap produk – produk yang di hasilkan. Sehingga, keberhasilan aktivitas ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen BSN dalam mendukung kemandirian pangan dan sektor-sektor lainnya melalui penguatan sistem standardisasi dan akreditasi. Lebih lanjut, dalam bidang metrologi, Standar Nasional Ukuran yang juga di kelola oleh Badan Standarisasi Nasional juga menunjukkan pencapaian yang mengesankan. Yang mana, tercatat pada tahun 2024, Badan Standarisasi Nasional telah memberikan layanan kalibrasi. Layanan tersebut berhasil menerbitkan sekitar 2.423 sertifikat kalibrasi. Lebih lanjut, SNSU juga memperoleh sekitar 161 pengakuan internasional. Pengakuan ini tentu di dapat atas kemampuan pengukuran dan kalibrasinya.
Kemudian, keberhasilan ini berhasil menempatkan Indonesia di peringkat ke-27 dari 185 negara. Peringkat ini di hitung berdasarkan Global Quality Infrastructure Index (GQII). Sehingga, dengan prestasi tersebut Indonesia menjadi negara dengan infrastruktur mutu nasional terbaik di ASEAN. Kemudian di lanjutkan dengan peringkat ke-16 di antara anggota G20. Sehingga, dengan catatan keberhasilan dalam bidang metrologi ini, turut mendukung tercapainya kemandirian pangan. Tentunya, ini melalui pengukuran yang akurat dalam rantai pasok pangan. Selanjutnya, pada tingkat internasional, BSN berhasil membawa Indonesia menjadi pusat perhatian dalam mitigasi bencana. Yang mana, usulan Indonesia mengenai standar sistem peringatan dini untuk gerakan tanah telah di setujui. Penyetujuan tersebut berhasil menjadi standar internasional dengan nomor-ISO 22328-2:2024. Maka dari itu, standar ini menjadi pelengkap seri standar peringatan dini sebelumnya yang juga telah di usulkan oleh Indonesia. Hal ini menunjukkan kontribusi besar negara ini dalam pengelolaan risiko bencana global.
BSN Telah Memberikan Pelatihan Melalui Platform E-Learning
Keberhasilan sertifikasi internasional ini juga memiliki dampak tidak langsung terhadap kemandirian pangan. Hal ini di karenakan mitigasi bencana dapat mengurangi risiko kerugian terutama pada sektor pertanian dan produksi pangan. Di sisi lain, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama BSN. Yang mana, BSN Telah Memberikan Pelatihan Melalui Platform E-Learning kepada ribuan peserta. Dengan total sertifikat yang di keluarkan melalui pelatihan tersebut mencapai 8.162 sertifikat. Maka dari itu, pelatihan ini di rancang sedemikian rupa untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Terutama, dalam memahami dan menerapkan standar yang berlaku. Sehingga, dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maka kemandirian pangan dapat lebih mudah di capai. Hal ini tentu melalui penerapan standar yang lebih baik di seluruh rantai produksi dan distribusi.
Terakhir, BSN terus menunjukkan dedikasinya dalam memperkuat infrastruktur mutu nasional. Hal ini sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional. Yang mana, melalui langkah-langkah berkelanjutan dalam bidang metrologi, akreditasi, dan standardisasi. BSN dalam hal ini optimis mampu berkontribusi secara signifikan terhadap tercapainya kemandirian pangan. Yang mana, ini menjadi salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Sehingga, dengan berfokus pada sektor-sektor strategis, BSN berharap dapat mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain utama di perekonomian global serta mempertahankan Kemandirian Pangan.