
industri otomotif Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan sejarah baru. Di tengah tantangan pasar global, pasar domestik justru menunjukkan gairah tinggi, di dorong oleh invasi besar-besaran merek asal Tiongkok dan percepatan ekosistem Kendaraan listrik (EV) yang semakin matang
Industri otomotif Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan sejarah baru. Di tengah tantangan pasar global, pasar domestik justru menunjukkan gairah tinggi, di dorong oleh invasi besar-besaran merek asal Tiongkok dan percepatan ekosistem Eletric Vehicle (EV) yang semakin matang.
Panggung Juara: Mitsubishi Destinator Sabet Gelar “Car of the Year”
Menjelang akhir tahun, Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) resmi menobatkan Mitsubishi Destinator sebagai Car of the Year 2025. SUV 7-seater ini di nilai berhasil memberikan paket lengkap antara performa mesin tangguh, desain modern, dan fitur keamanan yang relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Kehadiran Destinator menjadi pilar utama bagi Mitsubishi untuk tetap bersaing ketat dengan dominasi SUV dari merek-merek baru.
Invasi Merek Tiongkok: Changan dan Jaecoo Unjuk Gigi
Sepanjang 2025, pasar Indonesia kedatangan lima merek baru, di mana mayoritas berasal dari Tiongkok seperti Changan, Deepal, dan Jaecoo.
-
Jaecoo J7 dan J8 mulai sering terlihat di jalanan Jakarta sebagai penantang serius SUV premium Eropa dan Jepang.
-
BYD tetap menjadi pemain dominan di segmen EV dengan peluncuran BYD Atto 1 yang di banderol mulai Rp190 jutaan, memicu perang harga mobil listrik di bawah Rp200 juta.
Kabar Gembira bagi Pengguna Eletric Vehicle : 1.515 SPKLU Siaga Libur Nataru
Menghadapi lonjakan mobilitas libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT PLN (Persero) telah menyiagakan 1.515 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat di bandingkan tahun 2024.
“Kami ingin memastikan pengguna kendaraan listrik dapat mudik dan berlibur dengan tenang tanpa range anxiety. Fokus utama kami adalah penguatan titik pengisian di sepanjang Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera,” ujar pihak PLN dalam siaran pers terbarunya.
Membeli mobil listrik (Electric Vehicle/EV) di tahun 2025 memerlukan pendekatan yang berbeda antara unit baru dan bekas. Karena komponen terpentingnya adalah baterai, fokus pengecekan Anda akan bergeser dari “suara mesin” ke “kesehatan sel”.
Berikut adalah panduan lengkap untuk membantu Anda memilih:
Membeli EV Baru (First-Hand)
-
Membeli EV Baru (First-Hand). Cek TKDN & Insentif: Pilihlah mobil yang di rakit lokal (CKD) dengan TKDN tinggi (seperti Hyundai Kona Electric atau Wuling Air EV). Mobil ini mendapatkan insentif PPN (hanya bayar 1%) yang membuat harganya jauh lebih murah di banding mobil impor (CBU).
-
Kapasitas Baterai vs Kebutuhan: Jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan jarak tempuh (range) minimal 20% lebih besar dari jarak tempuh harian Anda untuk mengantisipasi penggunaan AC dan kemacetan.
-
Infrastruktur Home Charging: Pastikan daya listrik rumah Anda mencukupi (minimal 5.500 VA sangat di sarankan). Banyak pabrikan memberikan paket gratis instalasi Wallbox—pastikan ini termasuk dalam pembelian Anda.
-
Aftersales & Suku Cadang: Pilih merek dengan jaringan bengkel resmi yang luas. Mobil listrik membutuhkan teknisi khusus; tidak semua bengkel umum bisa menanganinya.
Panduan Membeli EV Bekas (Second-Hand)
-
Wajib Cek SoH (State of Health): Ini adalah rapor kesehatan baterai. Gunakan alat di agnostik OBD atau bawa ke bengkel resmi untuk melihat persentase SoH. Hindari unit dengan SoH di bawah 85% kecuali harganya sangat miring.
-
Telusuri Riwayat Pengisian: Tanyakan apakah pemilik sebelumnya sering menggunakan Fast Charging (DC). Penggunaan DC charger yang terlalu sering cenderung mempercepat degradasi baterai di bandingkan Slow Charging (AC).
-
Sisa Garansi Baterai: Pastikan garansi baterai (biasanya 8 tahun) masih berlaku dan dapat dipindah-namakan. Ingat, harga penggantian baterai bisa mencapai 30-40% dari harga mobil baru.
-
Cek Ban Khusus EV: Mobil listrik jauh lebih berat dan punya torsi instan, sehingga ban lebih cepat aus. Jika ban sudah botak, siapkan dana lebih karena ban khusus EV biasanya lebih mahal dari ban biasa.
-
Update Software: Pastikan sistem operasi mobil sudah di perbarui ke versi terbaru untuk menghindari bug pada sistem manajemen energi atau fitur keselamatan (ADAS).
Tips Profesional: Jika Anda membeli bekas, lakukan test drive dengan mengaktifkan AC maksimal dan perhatikan apakah persentase baterai turun drastis dalam jarak pendek. Ini adalah indikator manual paling mudah untuk mengecek kesehatan baterai secara kasar
Rekomendasi mobil listrik (EV) terbaik untuk tahun 2025 di Indonesia
Rekomendasi mobil listrik (EV) terbaik untuk tahun 2025 di Indonesia.Cocok untuk penggunaan harian di dalam kota, antar jemput anak, atau mobil pertama bagi anak muda.
City Car (Budget Rp190 jt – Rp300 jt)
-
Wuling Air EV (Lite & Standard Range): Masih menjadi raja di segmen ini karena ukurannya yang mungil, sangat mudah di parkir, dan biaya operasional yang sangat murah.
-
BYD Atto 1 (Dolphin Mini): Baru masuk secara masif di 2025. Menawarkan fitur keselamatan yang lebih lengkap dan kenyamanan berkendara yang lebih baik di banding kompetitor mungil lainnya.
SUV Ringkas & Hatchback (Budget Rp350 jt – Rp500 jt)
-
MG 4 EV: Desainnya sangat sporty dengan sistem penggerak roda belakang (RWD) yang memberikan sensasi berkendara menyenangkan.
-
BYD Dolphin: Terkenal dengan baterai Blade yang sangat aman dan interior yang lega. Sangat empuk untuk jalanan Indonesia yang bergelombang.
-
Chery Omoda E5: Menawarkan tampilan futuristik dan tenaga yang sangat besar di kelasnya. Fitur ADAS-nya (sistem keselamatan otomatis) sangat lengkap.
SUV Keluarga (Budget Rp500 jt – Rp800 jt)
-
Hyundai All-New KONA Electric: Menggunakan baterai buatan lokal (sel dari Karawang), yang membuatnya punya efisiensi energi sangat baik dan integrasi sistem yang canggih.
-
Hyundai IONIQ 5: Ikon mobil listrik Indonesia. Ruang kabinnya sangat luas layaknya ruang tamu, dan sudah mendukung Ultra Fast Charging.
-
BYD Atto 3: Pilihan paling seimbang antara harga, kenyamanan, dan performa. Sangat di minati karena kualitas bangunannya yang solid.
Mewah / Premium (Di atas Rp1 Miliar)
-
BMW iX1 atau iX3: Memberikan sensasi berkendara khas BMW namun tanpa emisi. Sangat mewah dan nyaman untuk harian.
-
Kia EV6 GT-Line: Memiliki desain yang sangat agresif dan kemampuan pengisian daya dari 10% ke 80% hanya dalam 18 menit (jika menggunakan charger yang tepat).
Saran Tambahan Sebelum Membeli:
-
Jika Anda mencari Nilai Bekas yang Stabil. Saran Tambahan Sebelum Membeli: Pilih Hyundai atau BYD. Keduanya punya populasi besar sehingga suku cadang dan harga bekasnya lebih terjaga.
-
Jika Anda mementingkan Keamanan Baterai: BYD dengan Blade Battery-nya saat ini di anggap sebagai salah satu yang teraman di dunia terhadap risiko kebakaran saat kecelakaan.
-
Cek Lokasi Dealer: Pastikan rumah Anda tidak terlalu jauh dari dealer resmi merek tersebut, karena perbaikan EV memerlukan alat khusus yang hanya ada di bengkel resmi
Tren 2026: Era Hybrid Belum Usai
Meski mobil listrik murni (BEV) terus tumbuh, tahun 2025 membuktikan bahwa mobil Hybrid (HEV) masih menjadi pilihan rasional bagi banyak konsumen. Peluncuran Toyota Veloz Hybrid EV dan Mitsubishi Xpander Hybrid yang di rakit lokal menunjukkan bahwa transisi menuju elektrifikasi penuh masih memerlukan jembatan teknologi hybrid untuk menjangkau masyarakat luas di luar kota besar.
Kabar Kurang Sedap: Penundaan dan Skandal Keselamatan
Di sisi lain, industri juga di warnai kabar penundaan masuknya dua merek mobil asal China yang sebelumnya di jadwalkan meluncur akhir tahun ini. Selain itu, viralnya hasil uji keselamatan Suzuki Fronx oleh ANCAP yang mendapat skor rendah menjadi pengingat penting bagi konsumen untuk lebih teliti terhadap aspek fitur keselamatan standar.
Analisis Penutup: Tahun 2025 menjadi bukti bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap teknologi baru. Dengan proyeksi penjualan yang di harapkan kembali menembus angka 1 juta unit pada 2026, kompetisi antar merek di pastikan akan semakin berdarah-darah, terutama di segmen Eletric Vehicle