Didier Deschamps Akan Meninggalkan France Setelah Piala Dunia

Didier Deschamps Akan Meninggalkan France Setelah Piala Dunia

Didier Deschamps Pelatih Tim Nasional France Resmi Beri Sinyal Akan Meninggalkan Masa Kepelatihannya Setelah Piala Dunia 2026. Tidak hanya penggemar sepak bola Indonesia yang tengah di landa kegalauan akibat pemecatan Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia yang di cintai publik. Situasi serupa juga akan di alami oleh Prancis, salah satu negara elite sepak bola dunia. Pelatih yang sudah berikan totalitasnya kepada Tim nasional France sepanjang lebih dari satu dekade, Deschamps, akan segera mundur dari jabatannya. Menurut laporan Media France, Deschamps tidak perpanjang kontrak yang akan selesai selepas Pildun tahun 2026. Apa pun hasil yang di raih Tim Ayam Jantan dalam turnamen yang berlangsung di AS, Meksiko, serta Canada, ia di pastikan tidak akan melanjutkan tugasnya. (FFF) di kabarkan akan mengumumkan secara resmi pada hari Rabu, 8 Januari 2025. Dengan pengumuman saat ini, FFF di harapkan miliki banyak waktu untuk segera cari gantinya, sementara Deschamps dapat menyelesaikan kontraknya dengan tenang.

Deschamps masih akan memimpin Prancis dalam beberapa agenda penting, seperti melawan Kroasia pada perempat final UEFA Nations League 24/25, yang di jadwalkan berlangsung pada tanggal 20 serta tanggal 23 Maret. Selain itu, Les Bleus juga akan mulai Kualifikasi Pildun tahun 2026 Zona Eropa di pertengahan tahun atau September, tergantung hasil melawan Kroasia. Sejak di tunjuk pada 2012, Deschamps telah berhasil mengembalikan status Prancis sebagai salah satu tim elite dunia. Sebelum itu, Les Bleus sempat mengalami keterpurukan, termasuk tersingkir di fase grup Pildun tahun 2010 serta EURO tahun 2008. Di bawah arahannya, Prancis berturut-turut mencapai perempat final Pildun tahun 2014, jadi juara di tahun 2018, serta raih posisi runner up di tahun 2022. Prestasi ini menjadikan Deschamps salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Timnas Prancis.

Karir Didier Deschamps

Pelatih Timnas France, Didier Deschamps, dengan resmi konfirmasi pada hari Rabu bahwasanya ia segera tinggalkan posisinya selepas Pildun tahun 2026. Menurutnya, waktu tersebut merupakan momen yang tepat untuk mengakhiri masa baktinya bersama Les Bleus. Sementara itu, Zidane muncul menjadi kandidat utama untuk menggantikan Deschamps. Deschamps, kini tercatat sebagai pelatih yang masa jabatannya terlama dalam sejarah timnas Prancis, menyatakan bahwa kontraknya tidak akan di perpanjang setelah selesai pada tahun 2026. Ia merasa bahwasanya setelah lebih dari satu dekade, keputusan untuk berhenti pada tahun itu adalah langkah terbaik. Dalam wawancaranya dengan TF1, ia menegaskan bahwa meskipun masih memiliki semangat dan dedikasi untuk menjaga performa France pada level yang tinggi, ia memahami pentingnya mengetahui waktu untuk berhenti. Ia juga berharap agar Prancis tetap menjadi salah satu tim terbaik dunia setelah kepergiannya.

Karir Didier Deschamps bersama timnas di mulai pada 2012, gantikan Blanc. Selama memimpin, ia membawa Prancis meraih berbagai kesuksesan, termasuk menjadi juara Pildun tahun 2018 dan Liga Negara UEFA di tahun 2021. Selain itu, ia juga mengantar Prancis ke final EURO tahun 2016 dan Pildun tahun 2022. Meskipun gagal membawa timnya meraih kemenangan di final 2022 setelah kalah dari Argentina melalui adu penalti, Deschamps tetap di kenang menjadi satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis. Ketika di tanya mengenai penggantinya, Deschamps memilih tidak berkomentar. Tetapi, media France gencar memberitakan bahwasanya Zidane, eks rekan satu timnya dan pahlawan France pada Pildun tahun 1998, jadi kandidat kuat. Zidane sendiri memiliki catatan gemilang sebagai pelatih, termasuk membawa Real Madrid meraih 3 piala Liga Champions secara beruntun. Meski begitu, Presiden FFF, tegaskan bahwasanya negosiasi tentang pengganti Deschamps belum menjadi prioritas hingga kontraknya benar-benar selesai.

Juara Piala Dunia 2018

Deschamps, pelatih Timnas France yang sukses membawa negaranya menjadi Juara Piala Dunia 2018. Secara resmi mengumumkan pada hari Rabu bahwasanya ia segera tinggalkan posisinya selepas Pildun tahun 2026. Deschamps menyatakan bahwa masa tugasnya akan berakhir setelah turnamen tersebut, menegaskan bahwa segala sesuatu harus memiliki akhir. Ia merasa bahwa 2026 adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri perjalanannya bersama Les Bleus setelah memimpin tim sejak 2012. Dalam wawancara dengan media Prancis, ia menyampaikan bahwa keputusannya ini sudah matang. Dengan semangat yang sama seperti saat pertama kali menjabat, ia berharap Prancis tetap berada di puncak sepak bola dunia. Di bawah kepemimpinannya, Prancis meraih berbagai kesuksesan, termasuk menjadi juara Piala Dunia di Rusia pada 2018 dan mencapai final Piala Dunia 2022 di Qatar, meskipun kalah melalui adu penalti dari Argentina.

Setelah kekalahan tersebut, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memperpanjang kontraknya hingga 2026. Namun, keputusan ini sempat menuai kritik, terutama setelah Prancis gagal di semifinal Piala Eropa tahun lalu. Selain itu, Deschamps juga menghadapi tantangan berat, termasuk keputusan kontroversialnya menepikan Kylian Mbappe yang tengah mengalami masalah di Real Madrid. Kini, dengan masa depannya yang telah di pastikan. Deschamps dapat fokus mempersiapkan Prancis menghadapi Kroasia di perempat final UEFA Nations League pada Maret mendatang. Ia sebelumnya pernah membawa Prancis menjuarai ajang tersebut pada 2021. Tetapi Piala Eropa tetap menjadi satu-satunya gelar yang belum di raihnya. Sebagai pemain, Deschamps juga memiliki catatan gemilang. Menjadi kapten saat Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dengan kemenangan 3-0 atas Brasil di final.

Berakhir Masa Jabatannya

Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Prancis, di mana Deschamps, pelatih Timnas France. Secara resmi mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan posisinya setelah Piala Dunia 2026. Pernyataan ini di sampaikan pada Rabu, 8 Januari 2025, waktu setempat. Menandai Berakhir Masa Jabatannya yang hampir dua dekade penuh kesuksesan bersama Les Bleus. Pelatih berusia 56 tahun tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan kiprahnya setelah memberikan kontribusi besar dalam membangun kejayaan tim nasional Prancis. Deschamps mulai melatih Prancis pada tahun 2012, menggantikan Laurent Blanc. Sejak saat itu, ia memimpin tim dengan hasil yang sangat membanggakan. Di bawah asuhannya, Prancis berhasil menorehkan berbagai prestasi, termasuk menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia, mencapai final Piala Dunia 2022 di Qatar. Serta menjadi runner-up Piala Eropa 2016. Pada Piala Dunia 2022, Prancis hampir meraih gelar juara untuk kedua kalinya di era Deschamps. Tetapi harus mengakui keunggulan Argentina dalam adu penalti pada pertandingan final yang dramatis.

Keputusan Deschamps untuk mundur menjadi penanda akhir dari era yang di penuhi keberhasilan bagi tim nasional Prancis. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang baru bagi Les Bleus untuk memulai babak baru dengan mencari pelatih baru yang akan melanjutkan warisan Deschamps. Dengan semua pencapaian yang telah di raih, Deschamps meninggalkan jejak besar dalam sejarah sepak bola Prancis dan memberikan tantangan baru bagi penerusnya untuk menjaga Prancis tetap menjadi salah satu kekuatan utama di dunia sepak bola. Keberhasilan Prancis meraih berbagai gelar bergengsi tidak lepas dari kepemimpinan visioner seorang Didier Deschamps.