
Perjalanan Nama Kota Makassar: Dari Ujung Pandang Hingga Kini
Perjalanan Nama Kota Makassar: Dari Ujung Pandang Hingga Kini Yang Telah Berubah Julukan Dengan Ragam Kisahnya. Halo para penjelajah sejarah dan pecinta kota-kota di Indonesia! Pernahkah kamu mendengar tentang sebuah kota besar di timur Indonesia. Terlebih yang namanya sempat berganti. Tentunya dari yang kita kenal sekarang menjadi sebutan yang berbeda? Ya, kita akan berbicara tentang salah satu kota metropolitan di Sulawesi yang kaya akan sejarah dan budaya. Nama sebuah kota bukan sekadar label. Namun melainkan cerminan dari jejak waktu, peristiwa, dan identitas yang terus berkembang. Kali ini, mari kita telusuri bersama “Perjalanan Nama Kota Makassar: Dari Ujung Pandang Hingga Kini”. Sebuah kisah menarik yang mungkin belum banyak di ketahui, tentang bagaimana nama sebuah kota bisa berubah. Bersiaplah untuk sedikit terkejut dan terinspirasi oleh kekayaan sejarah yang di miliki oleh kota yang berjuluk “Anging Mammiri” ini. Mari kita selami kisahnya!
Mengenai ulasan tentang Perjalanan Nama kota Makassar: dari ujung pandang hingga kini telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Asal Usul Nama Makassar
Sebutan kini memiliki akar sejarah yang kuat dan telah di gunakan jauh sebelum masa kolonial maupun pemerintahan modern. Kata “Makassar” di yakini berasal dari bahasa lokal atau bentuk serapan dari istilah yang di gunakan oleh bangsa asing. Terlebih yang datang ke wilayah Sulawesi Selatan sejak abad ke-16. Secara historis, wilayahnya merupakan pusat dari dua kerajaan besar yang bersatu. Tentunya yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Dan kedua kerajaan ini menjadikan kawasan pesisir barat daya Sulawesi Selatan sebagai pusat kekuasaan. Kemudian juga perdagangan, dan penyebaran Islam. Karena posisinya yang strategis. Terlebih ia di kenal luas sebagai pelabuhan penting di jalur perdagangan nusantara dan internasional. Kemudian menarik perhatian pedagang dari berbagai bangsa. Contohnya seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Arab, dan Cina. Dalam catatan sejarah dan dokumen-dokumen kuno, sering di sebut “Macassar”.
Perjalanan Nama Kota Makassar: Dari Ujung Pandang Hingga Kini Dengan Ragam Kisahnya
Kemudian juga masih ada Perjalanan Nama Kota Makassar: Dari Ujung Pandang Hingga Kini Dengan Ragam Kisahnya. Dan kisah lainnya adalah:
Perubahan Nama Menjadi Ujung Pandang (1971)
Pada tahun 1971, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Tentunya telah melakukan perubahan nama terhadap beberapa wilayah sebagai bagian dari kebijakan sentralisasi. Dan juga dengan penyeragaman administratif di masa Orde Baru. Salah satu wilayah yang mengalami perubahan nama adalah Kota Makassar, yang di ubah namanya menjadi Ujung Pandang. Alasan utama perubahan nama ini berkaitan dengan penataan wilayah administrasi. Kemudian juga dengan beberapa upaya mempertegas identitas baru kota. Serta hal ini juga dalam konteks pembangunan nasional. Nama Ujung Pandang di ambil dari nama sebuah kawasan bersejarah. Terlebihnya yakni Benteng Ujung Pandang. Karena hal ini yang merupakan nama lama dari Benteng Fort Rotterdam. Dan juga dengan benteng peninggalan Kerajaan Gowa yang kemudian di kuasai dan di perluas oleh Belanda.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Orde Baru untuk:
- Menghapus unsur-unsur lokal atau etnis tertentu dalam penamaan wilayah demi memperkuat identitas kebangsaan.
- Menyelaraskan nama-nama wilayah dengan pembagian administratif yang baru, agar sesuai dengan kebijakan pembangunan kota.
Meskipun nama Ujung Pandang di gunakan secara resmi dalam dokumen-dokumen pemerintahan, peta. Dan juga administrasi negara selama hampir tiga dekade. Namun banyak masyarakat lokal tetap merasa lebih akrab dengan nama tersebut. Nama tersebut di anggap lebih mencerminkan sejarah, budaya. Serta juga dengan identitas suku asli yang mendiami kawasan tersebut. Secara umum, perubahan nama menjadi Ujung Pandang tidak dapat di pisahkan dari semangat zaman Orde Baru. Kemudian yang ingin memperkuat stabilitas nasional melalui pendekatan teknokratis. Hal ini yang termasuk dalam hal penamaan wilayah. Namun, pendekatan ini juga memunculkan jarak emosional antara identitas lokal. Serta juga dengan identitas administratif yang di tetapkannya.
Mengenal Kembali Makassar: Jejak Perubahan Julukan Yang Dulu Sempat Berbeda
Selain itu, masih Mengenal Kembali Makassar: Jejak Perubahan Julukan Yang Dulu Sempat Berbeda. Dan jejak perubahan lainya adalah:
Nama Ujung Pandang Di Gunakan Hampir 30 Tahun
Setelah secara resmi di ubah namanya pada tahun 1971. Tentu kota satu ini mulai di kenal sebagai Ujung Pandang dalam dokumen-dokumen pemerintahan. Kemudian juga sistem administrasi, peta resmi, hingga berbagai urusan publik lainnya. Terlebih perubahan ini merupakan bagian dari kebijakan. Tepatnya di Orde Baru yang menekankan keseragaman administratif di seluruh Indonesia. Selama hampir tiga dekade (1971–1999), nama Ujung Pandang menjadi identitas resmi kota yang kini kembali di sebut Makassar. Dalam masa itu, semua urusan pemerintahan kota, surat menyurat. Kemudian juga dengan dokumen hukum, pendidikan. Dan juga penyebutan media massa menggunakan nama Ujung Pandang. Nama ini pun tertera pada plat kendaraan, stempel resmi. Hingga nama-nama institusi daerah. Namun, di tengah penggunaan resminya, nama yang kini tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan kolektif masyarakat lokal.
Penduduk setempat, terutama yang memiliki kedekatan sejarah. Serta dengan budaya dengan suku mereka. Maka tetap menggunakan istilah “Makassar” dalam percakapan sehari-hari dan dalam konteks budaya. Tentunya seperti kesenian, tradisi, dan cerita rakyat. Nama ini tetap menjadi simbol identitas etnis, sejarah kerajaan, dan kebanggaan lokal. Selama masa penggunaan nama Ujung Pandang, beberapa masyarakat menganggap bahwa nama tersebut terasa lebih teknokratis. Dan juga tidak memiliki kedalaman historis atau emosional sebagaimana nama “Makassar”. Keberadaan nama Ujung Pandang lebih melekat pada benteng peninggalan sejarah (Benteng Ujung Pandang/Fort Rotterdam). Terlebih yang ketimbang pada identitas kota secara keseluruhan. Keinginan mengembalikan nama aslinya mulai menguat terutama setelah runtuhnya rezim Orde Baru pada 1998. Gelombang reformasi membuka ruang bagi masyarakat daerah. Tentunya untuk mengekspresikan identitas budaya dan sejarah lokalnya. Aspirasi ini mendapat dukungan luas, hingga akhirnya pemerintah pusat melalui keputusan resmi mengembalikan namanya.
Mengenal Kembali Makassar: Jejak Perubahan Julukan Yang Dulu Sempat Berbeda Dengan Berbagai Fakta Uniknya
Selanjutnya juga masih Mengenal Kembali Makassar: Jejak Perubahan Julukan Yang Dulu Sempat Berbeda Dengan Berbagai Fakta Uniknya. Dan fakta lainnya adalah:
Desakan Pengembalian Nama Oleh Masyarakat Lokal
Setelah hampir tiga dekade d ikenal dengan nama Ujung Pandang sejak tahun 1971. Terlebih masyarakat lokal mulai menyuarakan keinginannya. Tentunya untuk mengembalikan nama asli kota ini, yakni Makassar. Desakan ini semakin kuat terutama setelah memasuki era reformasi pada akhir 1990-an. Ketika ruang partisipasi publik dalam menentukan identitas daerah mulai terbuka lebih luas. Bagi masyarakat lokal, nama terdahulunya bukan sekadar penanda geografis. Namun melainkan simbol sejarah, budaya, dan kebanggaan etnis. Nama ini telah di kenal sejak zaman kerajaan maritim Gowa-Tallo. Serta tercatat dalam berbagai sumber sejarah sebagai pusat perdagangan. Dan juga kekuasaan penting di Indonesia Timur.
Sementara itu, nama Ujung Pandang di anggap sebagai produk kebijakan teknokratis Orde Baru. Serta yang tidak merepresentasikan sepenuhnya warisan sejarah kota ini. Nama tersebut hanya merujuk pada wilayah di sekitar Benteng Ujung Pandang (Benteng Fort Rotterdam). Akan tetapi bukan pada keseluruhan identitas masyarakat dan kotanya. Desakan pengembalian nama datang dari berbagai elemen. Tentunya seperti tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, hingga pejabat daerah. Mereka menilai bahwa mempertahankan nama Ujung Pandang justru mengaburkan nilai historis. Dan juga akar budaya yang telah melekat selama berabad-abad. Aspirasi ini sejalan dengan semangat reformasi yang membuka ruang bagi daerah. Terlebihnya untuk menegaskan kembali identitas lokalnya melalui otonomi daerah.
Jadi itu dia beberapa fakta menarik dari Kota Makassar yang sempat di juluki Ujung Pandang terkait dari Perjalanan Nama.